Kamis, 28 Juli 2016

Definisi GIS

Geographic Information System (GIS) merupakan sistem yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi. GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. Applikasi GIS saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah applikasi namun juga bertambah dari jenis keragaman applikasinya. Pengembangan applikasi GIS kedepannya mengarah kepada applikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. Hal ini disebabkan karena pengembangan applikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi. Sebagai contoh adalah adanya peta online sebuah kota dimana pengguna dapat dengan mudah mencari lokasi yang diinginkan secara online melalui jaringan intranet/internet tanpa mengenal batas geografi penggunanya. Secara umum Sistem Informasi Geografis dikembangkan berdasarkan pada prinsip input/masukan data, managemen, analisis dan representasi data. Di lingkungan web prinsip-prinsip tersebut di gambarkan dan di implementasikan seperti pada table berikut :
GIS Prinsip
Pengembangan Web
Data Input
Client
Manajemen Data
DBMS dengan komponen spasial
Analisys Data
GIS Library di Server
Representasi Data
Client/server
Arsitektur
Untuk dapat melakukan komunikasi dengan komponen yang berbeda-beda di lingkungan web maka dibutuhkan sebuah web server. Karena standart dari geo data berbeda beda dan sangat spesifik maka pengembangan arsitektur system mengikuti arsitektur ‘Client Server’.
Gambar 1. Arsitektur WEB GIS

Gambar diatas menunjukan arsitektur minimum sebuah system Web GIS. Applikasi berada disisi client yang berkomunikasi dengan Server sebagai penyedia data melalui web Protokol seperti HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Applikasi seperti ini bisa dikembangkan denganweb browser (Mozzila Firefox, Opera, Internet Explorer, dll). Untuk menampilkan dan berinteraksi dengan data GIS, sebuah browser membutuhkan Pug-In atau Java Applet atau bahkan keduanya. Web Server bertanggung jawab terhadap proses permintaan dari client dan mengirimkan tanggapan terhadap respon tersebut. Dalam arsitektur web, sebuah web server juga mengatur komunikasi dengan server side GIS Komponen. Server side GIS Komponen bertanggung jawab terhadap koneksi kepada database spasial seperti menterjemahkan querykedalam SQL dan membuat representasi yang diteruskan ke server. Dalam kenyataannya Side Server GIS Komponen berupa software libraries yang menawarkan layanan khusus untuk analisis spasial pada data. Selain komponen hal lain yang juga sangat penting adalah aspek fungsional yang terletak di sisi client atau di server. Gambar berikut dua pendekatan yang menunjukan kemungkinan distribusi fungsional pada system client/server berdasarkan konseppipeline visualization.
Gambar 2. Thin Vs Thick system pada Client Server
Pendekatan-1 : Thin Client : Memfokuskan diri pada sisi server. Hampir semua proses dan analisa data dilakukan berdasarkan request disisi server. Data hasil pemrosesan dikirimkan ke client dalam format HTML, yang didalamnya terdapat file gambar sehingga dapat dilihat dengan browser. Pada pendekatan ini interaksi pengguna terbatas dan tidak fleksibel
Pendekatan-2 : Thick / Fat Client : Pemrosesan data dilakukan disisi client, data dikirim dari server ke client dalam bentuk data vector yang disederhanakan. Pemrosesan dan penggambaran kembali dilakukan disisi client. Cara ini menjadikan user dapat berinteraksi lebih interaktif dan fleksibel.

Untuk penjelasan lebih lengkap, dapat anda baca pada artikel berikut:


Pengenalan Image Overlay Google Earth

Google Earth (GE) adalah Atlas Digital Dunia dan merupakan software buatan Google yang mampu memberikan gambar-gambar dari satelit menjadi salah satu Applikasi GIS (Geographic Information System) gratis yang paling mudah untuk digunakan. Layaknya sebuah applikasi GIS maka data yang tersimpan di GE mengunakan konsep Overlay. Oleh karena sebagai pengguna kita dapat menambahkan sebuah layer untuk mendapatkan informasi raster yang lebih menarik.
Artikel ini akan menjelaskan bagaimana menggunakan fungsi overlay yang ada pada Goggle Earth dengan memasukan sebuah file gambar yang diletakkan pada terrain yang ada. Ada beberapa format file gambar yang bisa ditampilkan di Google Earth seperti jpg, bmp, gif, tiff, tga, png, dan beberapa tipe lainnya. Artinya disini kita dapat memasukan USGS topografiquadrangles, meninggikan areal photografi atau melakukan remote sense image, histori peta, export file raster image dari MapInfo atau software GIS lainya. Disini saya menggunakan peta Kabupaten Labuhanbatu yang dipantau dengan google earth. File Raster yang digunakan adalah mosaic_spot.tiff yang diperoleh dari Bappeda Kabupaten Labuhanbatu. File tersebut tidak dapat saya sharing karena tidak memiliki izin dari Bappeda hanya saja sebagai latihan bisa menggunakan file AbajoPeak.tiff yang bisa di download di link ini http://www.geospatialtraining.com/GeogleEarth/AbajoPeak.tiff. File tersebut menggunakan peta Monticello UT di Utah USA. Saya menggunakan Sistem Operasi Ubuntu 7.10, untuk menginstall Google Earth di Ubuntu 7.10 tinggal ketik perintah seperti berikut di terminal:

sudo apt-get install -y –force-yes googleearth

Untuk penjelasan lebih lengkap, dapat anda temukan pada artikel berikut: